"Bahasa bukanlah perpanjangan pikiran.....
Bahasa merupakan medium untuk memproyeksikan gagasan abstrak menjadi sebuah kenyataan"

JOHN DEWEY

Sabtu, 26 Juli 2014

MUSIM BERGANTI


 Entahlah........

Ketika bulir-bulir embun rapat merapat pada kulit ari pohon-pohon ketapang yang sedang menunggu mati,
mungkin juga langkahmu akan seinci demi seinci merayap jauh menjauh acuh seperti ramadhan yang mulai mengemas langkah untuk berlalu.

Ya, kuhanya menyapa perjalanan waktu,
yang terlalu cepat menghadirkan riak-riak rindu sebelum ransel dipunggungnya belum terisi penuh dengan doa-doaku yang panjang memanjang.
Ini sudah setengah jalan, 
bertanda musim akan segera berganti.   

Kamis, 05 Juni 2014

AKU DAN KAMI DALAM 25 MENIT


KARENA KUASANYA
Lirik mata mereka terus saja mengekori jejakku tiap inci
Nampak berbeda
Ya, mungkin saja
Tapi, taktahukah mereka?
Aku ada, karena tiupan ruh dariNya.


PERTEMUAN INI
Terik sudah seperti satu jengkal di atas kepala
Namun langkah tetap gesit mengayun pasti
La Galigo, itu yang kutuju
Bertemu banyak mata juga wajah berbingkai senyum berbinar
Ada sepasang mata
Dia…..
Tubuh mungil juga lincah, membekal ilmu penuh kesan
Sungguh, pertemuan yang takdisangka
Kami, terkes

Sabtu, 17 Mei 2014

CA'MA PAGI-PAGI


Ini pagi terhidang kue di atas nampan menyapa,
memanggil-manggil melambai-lambai untuk dica'ma.
Kulirik roko'-roko' unti berbaju hijau tua itu,
tapi....putu cangkiri' putih di sebelahnya lebih menggoda inginku.
Ah.....telingaku terlalu sensitif sepertinya,
suara seruput secangkir kopi toraja ingin ia dengar lebih dulu.
Pawa isi kacangpun tidak mau kalah gaya,
menari-nari berputar-putar merayu menggidik.
Ca'ma pagi-pagi di kota daeng,
berteman mentari yang mengintip malu-malu di celah dedaunan pohon merindang itu.
Ah....indahnya bertemu pagi.





Senin, 31 Maret 2014

SEBELUM PELANGI BERANJAK PERGI


Ada bola mata berbinar terang di sudut sana yang mengintipmu diam-diam di sela-sela jamari tangannya sembari memunajatkan namamu perkata saat malam mulai merayapi raga-raga yang menagih janji pada langit dan pada saat subuh mulai berselimut bulir-bulir embun, apa kau tahu? Kurasa tidak.
         
Dan kuberi tahu padamu, hari ini dia juga berharap hujan kembali mengetuk-ngetuk riuh atap kamarnya, agar dia kembali bisa menaruh satu-satu harapannya tentangmu pada tiap warna warni pelangi yang menyusul bertamu saat hujan mericik yang terakhir.

Maka apa yang bisa kau lakukan setelah ini kuberi tahu? Hanya diam dan mengatup hati? Atau hanya membilang hari dengan jemari menguncup? Atau hanya menunggu menahun sampai nisannya bertumbuh ilalang?

Katakanlah sesuatu sebelum pelangi benar-benar beranjak pergi…….


 J-UNI

Kamis, 27 Maret 2014

MELEPAS PERGI

Malam semakin larut, semua raga kini tengah asyik membingkai mimpi satu-satu. Di luar sana sesekali kokok ayam jantan sterdengar beradu dengan sepoi angin. Lalu bagaimana denganmu, apakah bunga tidur sudah meracuni ragamu, hingga hanya lunglai menggeletak pasrah di bawah langit-langit kamarmu?. Sesekali bertanyalah padaku, apakah malam ini bingkai mimpiku juga akan berhias bunga tidur atau aku hanya diam menatap layar komputer yang berlukiskan fatamorgana. Ah......sayangnya, aku bercerita hanya pada malam kosong lagi hening. 

Tapi.....bagaimana tentang kepergianmu, tak adakah sepucuk surat atau sebait puisi yang kau letakkan dalam sebuah kotak pensil untukku? 

Sudahlah....ini hanya kiasan gimik tentang hati. Tak perlu kau jawab, tersenyumpun itu sudah lebih dari cukup.


J-UNI.

LARUNG PERAHU


Kau serupa perahu yang kularungkan menjelajah
Jauh......meliuki lipatan ombak menggulung
Tapi ingat, dermagaku adalah tempat berlabuhmu kelak, ya....jika kau kembali
Karena aku menunggu........

J-UNI

Selasa, 25 Maret 2014

HUJAN BULAN JUNI



“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”